Pengadilan Tinggi Finlandia Jatuhi Hukuman ke 3 Remaja usai Terbukti Bunuh Temannya

 

Ilustrasi, sumber foto: cekaja.com


Amg Kiu - Pengadilan Tinggi Helsinki resmi menjatuhkan hukuman penjara kepada tiga remaja pada Jumat (3/9/2021). Pasalnya, ketiganya terbukti melakukan tindak kekerasan terhadap remaja laki-laki yang mengakibatkan tewasnya korban dalam kondisi mengenaskan.


Kasus pembunuhan ini sempat menghebohkan seluruh publik Finlandia karena korban dan pelakunya masih sangat muda. Selain itu, pelaku diketahui mengenal korban dan merupakan teman sekelas sejak masih TK.


Dihukum hingga 10 tahun penjara


Tiga remaja di Finlandia yang membunuh teman sekelas mereka sendiri lahir pada tahun 2004 dan sekarang berusia antara 16-17. Atas perbuatan bejatnya, Pengadilan Helsinki menjatuhkan hukuman tertinggi hingga 10 tahun penjara bagi ketiga pelaku.


AKan tetapi, pelaku tertua mendapat hukuman terberat 10 tahun satu bulan penjara karena dikatakan paling banyak melakukan kekerasan terhadap korban. Sedangkan dua bungsu divonis sembilan tahun dua bulan penjara dan bungsu divonis delapan tahun dua bulan penjara.


Hukuman ini dikatakan telah dikurangi, karena kejaksaan sebelumnya berniat untuk mengajukan hukuman maksimal hingga 12 tahun penjara.


Meski sudah divonis, ketiga remaja tersebut masih bisa mengajukan banding jika tidak menerima putusan pengadilan, lapor BBC.


Pelaku sering membully korban

https://twitter.com/jkhaapasa/status/1434041211912871937?s=20


Dikutip dari Euronews, tingginya sanksi pidana bagi remaja tersebut akibat tindakan kekerasan yang berujung pada kematian korban. Pasalnya, korban disiksa secara brutal oleh ketiga pelaku selama empat jam.


Kemudian jenazah korban baru ditemukan keesokan harinya pada 4 Desember 2020 di sebuah taman di Koskela, yang terletak di utara Helsinki. Bahkan kondisi korban sangat mengenaskan dengan kerusakan otak dan lubang di paru-paru akibat patah tulang rusuk.


Menurut kepala detektif polisi Helsinki, Marko Forss menemukan bahwa pelaku memukuli dan menganiaya korban berulang kali. Hal ini setelah ditemukannya lebih dari 100 luka di tubuh korban dan disebut tindakan ini sangat kejam dan kejam.


Sementara itu, tiga pelaku yang mengenal korban sejak TK mengaku telah melakukan kekerasan namun tidak berniat membunuh. Namun, pelaku diketahui telah menggertak korban sebelum kasus pembunuhan itu terungkap.


Kasus bullying di Finlandia tinggi

https://twitter.com/thisisFINLAND/status/1432323478817058816?s=20


Mendengar kejadian tersebut, Menteri Dalam Negeri Maria Ohisalo menyebut kasus pembunuhan tersebut benar-benar mengejutkan. Selain itu, sejumlah guru dari pelaku dan korban juga mengakui kesalahannya karena terlambat menindak kenakalan dan perilaku remaja tersebut.


Menurut data resmi pemerintah, hampir satu dari dua remaja berusia 14-16 tahun di Finlandia baru-baru ini menjadi objek bullying dan ancaman kekerasan.


Bahkan untuk insiden memilukan ini, Polisi Helsinki akan menyelidiki semua layanan kesejahteraan anak jika mereka melanggar tugas mereka untuk memberikan perawatan, lapor Saudi Gazette.


Di sisi lain, ketiga pelaku juga dituding melakukan aksi penjarahan terkait penyerangan terhadap korban. Namun dalam kasus ini ada empat remaja yang diduga berperan, dilansir dari BBC.

Post a Comment

0 Comments