Nasib Honor Tengah Terancam, Akankah Diblokir Seperti Huawei?
Amg Kiu - Berbagai badan pemerintahan di Amerika Serikat sedang bingung untuk menentukan apakah mereka akan memperlakukan Honor layaknya Huawei, yakni dimasukkan ke dalam daftar hitam di Negara mereka.
Dilansir dari The Verge, Rabu (22/9/2021), badan pemerintahan seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Energi serta Kementerian Pertahanan AS baru-baru ini menggelar pertemuan untuk menentukan nasib dari Honor.
Tetapi mereka tidak berhasil memperoleh kesepakatan, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Energi ingin Honor dibawa ke dalam entity list, sementara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan ingin Honor tetap bebas untuk melakukan berbagai kegiatan.
Bila Honor dimasukkan ke dalam entity list maka nasibnya bakal serupa dengan Huawei. Yakni tidak bisa berbisnis dengan perusahaan AS dan juga tidak sanggup menggunakan berbagai teknologi yang berasal dari AS.
Tekanan untuk memberi perlakuan yang serupa kepada Honor juga datang dari pihak Republican, yang menekan Pemerintahan Joe Biden untuk terus menahan pertumbuhan Tiongkok sebagai ancaman kompetisi pada industri teknologi.
Bahkan Rep. Michael Mccaul menulis surat kepada Menteri Perdagangan Gina Raimondo untuk meminta Honor dibawa ke dalam entity list sebab dianggap sebagai cara Huawei untuk mengakali berbagai sanksi yang dijatuhkan ke raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut.
Honor sendiri mulanya dirilis oleh Huawei di Tiongkok pada 2013 untuk mampu bersaing dengan perusahaan seperti Xiaomi. Tiga tahun kemudian, Huawei meluncurkan Honor 8, yang dijual di pasar AS untuk mencoba persaingan yang ada di negara tersebut.
Tetapi kemudian Honor dilepas ke perusahaan lain supaya tidak terkena dampak dari beragam pemblokiran yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat kepada Huawei. Baru-baru ini pun Honor meluncurkan ponsel flagship pertamanya setelah dilepas oleh Huawei, yakni Honor Magic 3.
Situs Poker Online | Domino 99 | Bolatangkas Online | Amg Kiu



0 Comments