Puluhan Warga Tewas Karena Serangan Bersenjata di Reynosa

 

Ilustrasi, sumber foto: greelane.com


Amg Kiu - Insiden penyerangan bersenjata kembali terjadi di kota Reynosa, Meksiko, yang berbatasan langsung dengan Texas, Amerika Serikat. Bahkan peristiwa berdarah yang ditengarai merupakan ulah pasukan organisasi kriminal kartel itu, menimpa puluhan warga sipil tak berdosa.


Selama ini kota Reynosa, Tamaulipas yang berbatasan langsung dengan McAllen, Texas, menjadi salah satu titik penting penyelundupan narkoba di sepanjang perbatasan Meksiko-Amerika Serikat.


Serangan itu menewaskan 15 warga sipil dan empat tersangka pelaku

https://twitter.com/elpaismexico/status/1407469698451603457


Pada Sabtu (19/06/2021) terjadi serangan bersenjata di Kota Reynosa yang mengakibatkan 15 orang tewas di tempat. Bahkan korban penembakan membabi buta ini antara lain sopir taksi, pelajar, pekerja yang tidak terlibat tindak pidana.


Sedangkan empat orang lainnya yang tewas diduga sebagai penembak yang diduga anggota organisasi kriminal kartel. Kematian empat tersangka pelaku setelah operasi yang dilancarkan pasukan khusus dalam menanggapi insiden penyerangan ini.


Serangan dari kelompok kriminal yang diduga kali ini telah memaksa sejumlah bisnis dan toko milik warga setempat untuk tutup lebih awal dari biasanya karena takut akan serangan lebih lanjut, lapor Associated Press.


AMLO mengutuk serangan dan meluncurkan penyelidikan


Menanggapi insiden berdarah tersebut, Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador (AMLO) berjanji akan mengusut kasus serangan di perbatasan AS ini. Dalam pernyataannya, AMLO mengatakan bahwa, "Semuanya menunjukkan bahwa ini bukan bentuk konfrontasi, melainkan perintah untuk menembak orang yang tidak terlibat dalam konflik apa pun."


Insiden penyerangan kelompok bersenjata kali ini mengingatkan masyarakat akan tingginya angka kasus pembunuhan di Meksiko. Baru Mei lalu, kasus pembunuhan mencapai 2.963 dan diketahui lebih tinggi dibandingkan Mei 2020.


Tetapi pemerintah Meksiko juga mengatakan pembunuhan turun 2,9 persen selama lima bulan pertama tahun 2021 dibandingkan tahun 2020. Penurunan tersebut kemungkinan karena Januari dan Februari menjadi gelombang infeksi COVID-19 terbesar di Meksiko dan pengetatan aktivitas, dikutip dari Al Jazeera.


Serangan tersebut diduga berasal dari Kartel del Golfo di daerah Los Metros

https://twitter.com/azucenau/status/1407539231942230023


Dilansir dari laman Milenio, Kejaksaan Tamaulipas mengungkap bahwa pelakunya adalah pembunuh bayaran Los Ciclones dan Los Escorpiones yang berasal dari Kartel del Golfo di Matamoros dan Rio Bravo. Bahkan kelompok kartel melakukan penyerangan di Reynosa secara acak, dimana mereka menyerang jalan-jalan Almaguer, Lampacitos, Unidad Obrera dan Bienestar.


Penyerangan oleh Kartel del Golfo merupakan upaya untuk mengambil alih kartel Los Metros yang sebenarnya merupakan pecahan dari Kartel del Golfo. Selama ini, kelompok kartel menguasai wilayah-wilayah strategis untuk penyelundupan narkoba, senjata, dan pendatang.


Selama ini Jembatan Pharr yang menghubungkan Reynosa-McAllen merupakan gerbang perbatasan penting dalam penyelundupan narkoba. Padahal, jembatan tersebut merupakan gerbang perbatasan tersibuk ketujuh antara kedua negara dengan rata-rata 17.500 kendaraan per bulan.

Post a Comment

0 Comments