Selama pandemi ini, hampir seluruh kegiatan dilakukan di rumah saja, termasuk juga dalam hal bekerja. Kondisi work from home (WFH) ini bisa jadi sangat menguntungkan dan juga sekaligus merugikan.
Keuntungan dari WFH ini yaitu bisa untuk menghemat uang makan maupun uang transportasi. Akan tetapi, WFH juga telah membuat jam kerja menjadi lebih fleksibel, sehingga untuk pekerjaan bisa dikerjakan kapan saja, terlebih bisa sampai malam hari.
Sebenarnya, banyak sekali ulasan dan penelitian yang menunjukkan bahwa jam kerja yang panjang memiliki efek buruk bagi kesehatan. Dalam hal ini yang menjadi perhatian adalah tentang peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Penelitian University College London mengungkapkan bahwa karyawan yang setiap hari bekerja lebih dari 11 jam lebih akan mudah sekali mengalami serangan jantung. Untuk risikonya sendiri sekitar 67 persen lebih tinggi dibandingkan dengan karyawan yang bekerja normal 7-8 jam/hari.
Mengutip dari WebMD, dalam sebuah penelitian terhadap sekitar 6.000 pegawai sipil Inggris yang telah diikuti selama sekitar satu dekade mengungkapkan bahwa bekerja lembur selama 3 jam atau lebih dalam sehari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner sebanyak 60 persen.
Beberapa penelitian yang lain pun juga segera dilakukan dan mendapatkan hasil yang hampir sama. Mengapa lembur dapat berakibat fatal bagi kesehatan jantung?
Ketika lembur, tubuh yang seharusnya harus beristirahat akan dipaksa untuk bekerja lebih keras. Selain itu, lembur juga telah memangkas waktu tidur. Padahal supaya tubuh terasa bugar dan tidak mudah lelah, orang dewasa membutuhkan waktu sekitar 6-8 jam/hari untuk tidur.
Lembur yang disebabkan pekerjaan yang menumpuk juga bisa meningkatkan kadar stress. Ketika mengalami stress, banyak orang yang sering sekali melakukan hal-hal yang merugikan. Contohnya seperti merokok atau makan yang berlebihan.
Merokok, dapat mempersempit dinding arteri karena adanya plak. Plak ini lah yang akan mengikat lemak-lemak jahat yang telah masuk ke dalam tubuh melalui makanan sehingga lambat laun dinding arteri akan semakin tebal dan mengakibatkan penyumbatan.
Penyumbatan yang terjadi pada arteri tentu sangat berbahaya, inilah yang dapat mengakibatkan munculnya serangan jantung. Supaya hal itu tidak terjadi, maka dengan cara menghindari rokok dan makan-makanan berlemak yang terlalu banyak.
Anda juga harus mengecek kadar kolesterol secara rutin sejak dini. Karena, serangan jantung yang disebabkan oleh penyempitan dinding arteri akibat kolesterol ini bisa terjadi kapan pun tanpa menunjukkan adanya gejala. Apabila kadar kolesterol Anda tinggi, segera turunkan dengan cara berolahraga dan juga mengonsumsi makanan yang banyak mengandung serat seperti buah dan sayur.





0 Comments